Tampilkan postingan dengan label EXO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EXO. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

EXO KEMUNGKINAN AKAN RILIS ALBUM KEDUA DI SEMESTER PERTAMA TAHUN INI


exo-nature
Menurut sebuah artikel baru du outlet berita Korea eToday, EXO akan merilis album ke-2 mereka di semester pertama tahun ini sebelum melakukan promosi skala penuh di Cina pada semester kedua 2014.
Tahun ini, EXO akan sibuk dengan tidak hanya konser tetapi juga menunjukkan penampilan, model CF, acara, dan banyak lagi.
Sehubungan dengan promosi mereka di Cina, peneliti Kim Si Woo mengatakan bahwa negara tersebut begitu besar dan EXO sangat populer sehingga mereka kemungkinan besar akan sangat sukses saat mereka melakukan perjalanan dan berpartisipasi dalam berbagai konser dan acara.

Source: allkpop
Continue Reading...

Rabu, 12 Februari 2014

Got7 Berbicara Mengenai Persaingan dengan EXO dan Winner

got7
Boy grup terbaru milik JYP akhirnya melakukan debut.

JYP menjadi salah satu dari tiga agensi terbesar di industri ini, bersama dengan SM dan YG Entertainment. Semua mata tertuju kepada lahirnya sebuah idol grup baru yang diharapkan dapat bersaing dengan EXO milik SM dan Winner milik YG.


Di sebuah wawancara dengan Newsen, yang dilakukan sebelum debut mereka, Got7 ditanya mengenai bagaimana perasaan mereka yang hampir selalu disebut bersamaan dengan EXO dan Winner.

“Kami tidak menyangka adanya persaingan dengan EXO dan Winner. Kami sungguh tidak berpikir bahwa kami adalah saingan. Kami mendapatkan banyak pelajaran dari EXO dan Winner. Masing-masing grup memiliki ciri unik tersendiri, jadi kami percaya ada hal-hal yang dapat kami pelajari dari mereka. Kami ingin menunjukkan dukungan dan menghormati mereka, bukannya menciptakan persaingan dengan mereka,” jawab Got7.

Mereka melanjutkan dengan berkata, “Ketika kami bertemu dengan Winner di acara ‘WIN: Who is Next’, kami tidak pernah berpikir, ‘kami harus mengalahkan mereka!’ Hal ini tentang saling menghormati satu sama lain. Spesialisasi kami adalah ‘trik martial art’, jadi kami memiliki sesuatu yang kami lakukan lebih baik. Tetapi EXO dan Winner juga mempunyai hal-hal berbeda yang dapat mereka tampilkan. Jadi sulit untuk menentukan siapa yang lebih baik dari yang lainnya.”

Seperti yang telah mereka sebutkan, ‘trik martial art’ sangat memanjakan mata karena memadukan gerakan martial art dengan break dance, yang memiliki aliran berbeda.

Ketika ditanya mengenai panutan mereka di dunia musik, BamBam memilih G-Dragon Big Bang, Jacksong memilih Dr. Dre, Mark memilih Kanye West, Yugeom memilih Chris Brown, Youngjae memilih pemenang ‘The Voice’ Javier, JB memilih D’Angelo, sementara Jr memilih Park Jin Young dengan berkata, “Ia selalu bekerja keras ketika mengejar impiannya dalam bermusik.”

Selanjutnya grup ini ditanya mengenai janji mereka apabila album mereka menempati peringkat yang tinggi.

Setelah berpikir sejenak, mereka menjawab, “Jika kami berada di peringkat tujuh besar di sebuah chart musik, kami akan mengadakan acara pelukan gratis untuk para fans di hari terakhir kami menampilkan ‘Girls Girls Girls’ di sebuah acara musik.”

Source: mwave
Continue Reading...

Apa Kata BTS Tentang Kemiripan Konsep Comebacknya dengan EXO?

 Apa Kata BTS Tentang Kemiripan Konsep Comebacknya dengan EXO?


Boy group rookie yang sukses mencuri perhatian saat debutnya di tahun 2013 lalu, BTS kini comeback dengan musik terbarunya di tahun 2014. Berbeda dengan sebelumnya, mereka pun kini menggunakan tema berseragam sekolah sebagai konsep comebacknya.

Yap, konsep ini pun langsung mengingatkan kita dengan konsep seragam sekolah yang diusung oleh EXO saat mempromosikan lagu berjudul ‘Growl’ tahun 2013 lalu. Boy group yang terdiri dari Suga, Jungkook, Rap Monster, J-Hope, Jimin, V, dan Jin ini pun berbicara tentang kemiripan konsep keduanya.
“Selama ini kami berencana menggunakan konsep anak sekolahan,  tapi ternyata konsep kami kebetulan punya kemiripan dengan senior kamu, EXO,” tutur Suga dalam gelaran showcase comeback BTS pada Selasa (11/02) lalu

Kemudian ia melanjutkan, “Ini merupakan sebuah kehormatan dibandingkan dengan senior kami, EXO. Aku rasa EXO punya keunikan gaya mereka sendiri, dan begitu juga dengan kami. Jika kami bekerja keras, aku percaya kami (BTS) juga bisa menjadi ikon seperti EXO.”

BTS baru saja comeback dengan merilis mini album bertajuk ‘School Luv Affair’ dan siap untuk mempromosikan title track nya yang berjudul ‘Boy in Luv’. 

SUmber: http://inisajamostory.blogspot.com/2014/02/apa-kata-bts-tentang-kemiripan-konsep.html
Continue Reading...

Rabu, 29 Januari 2014

Ada Cinta Dibalik Dendam Part 2



Title: Ada Cinta Dibalik Dendam

Author: Elvina Akyas

Main Cast: Naeun, Taemin

Support Cast: Junhyung, Kibum

Genre: Fantasi, Romance

Rated : T

Leght: Chapters


@ Rumah Naeun
@ Ruang Tengah
Kibum enak-enak nonton tv sedangkan Naeun sedang menulis sesuatu.

" Ngapain?" tanya Kibum tanpa berpaling dari TVnya.

" Coret-coret aja" jawab Naeun.

" Oh... Mm.... El, Lo masih niat bales dendam ma si Taemin?" tanya Kibum lalu menengok ke arah Naeun.

" Menurut lo?" tanya Naeun balik.

" Masih. Tapi kayaknya...." ucap Kibum tak diteruskan.

" Tapi kayaknya apa?" tanya Naeun lalu menoleh ke Kibum. Mulai serius dengan pembicaraan.

" Kayaknya dia suka sama lo." jawab Kibum.

" Trus? Emang kenapa? Malah bagus dong." ucap Naeun lalu berkonsentrasi kembali menulis lagu.

" Bener juga sih. Ya udahlah terserah lo. Ini juga demi Junhyung." ucap Kibum. Dia melihat Naeun yang terlihat serius dengan kertasnya. Tapi dia tau, sebenarnya pikirannya jauh disana. Pasti Naeun sedang memikirkan Junhyung.

' Demi Junhyung. Ya, demi Junhyung. Gue bakal balas semua yang Taemin lakuin ke Junhyung. Gimanapun caranya.' batin Naeun.

@ Hari Minggu
@ Rumah Naeun
Hari ini Taemin pergi ke Rumah Naeun untuk mengerjakan tugas sebangku dengan Naeun.

" Tadi gue bikin cake lho buat lo. Liat!" ucap Taemin sambil memperlihatkan Cake Chocolatenya dengan bangga.

" Oh..." respon Naeun.

" Kok cuman Oh?" tanya Taemin kesal.

" Lha harusnya?" tanya Naeun datar.

" Huh... ya udah deh. Cobain!" ucap Taemin. Lalu datang Kibum.

" Widih, bawa Cake nggak bagi-bagi nih." ucap Kibum.

" Ini buat Naeun. Gue gak nawarin lo. Dan tidak menerima permintaan." ucap Taemin yang sukses bikin Kibum manyun.

" Huh... serah deh." ucap Kibum kesel.

" Makan dong, nih" pinta Taemin. Naeun mencobanya.

" Pahit." ucap Naeun.

" Pahit? Perasaan gue bikinnya manis kok." ucap Taemin heran.

" Pahit, min." ucap Naeun.

" Sini gue coba." ucap Kibum lalu mencoba Cake buatan Taemin.

" Manis kok." ucap Kibum.

" Lo coba lagi deh. Sini." ucap Taemin lalu menyuapi Naeun.

" Pahit." ucap Naeun. Dia hampir menangis. Bukan karena rasa Cake nya, tapi karena lidahnya. Kenapa lidahnya tidak berfungsi semestinya? Bukankah kata Taemin dan Kibum rasanya manis? Tapi kenapa dia merasa Cake itu pahit? Apa yang terjadi pada lidahnya?

" Rasanya manis kok. Lo mau coba lagi?" tanya Taemin. Naeun menggeleng.

" Udah min, kalo Naeun bilang pahit ya pahit. Jangan dipaksa." ucap Kibum. Dia tau pasti terjadi sesuatu pada Naeun. Naeun berdiri.

" Mau kemana?" tanya Taemin.

" Oppa, gue ke tempat biasa bentar." ucap Naeun.

" Jam 8 harus udah balik." ucap Kibum. Naeun mengangguk lalu pergi.

" Lho Naeun mau kemana, hyung? Kok pergi? Gue salah ya?" tanya Taemin.

" Mending lo balik deh. Tugasnya di kerjain lain kali aja." ucap Kibum.

" Ya deh. Gue balik dulu." ucap Taemin gak rela lalu pergi.

' Naeun kenapa ya? Apa penyakitnya tambah parah?' tanya Kibum dalam hati.

@ Kebun Teh
Di tempat ini, Naeun biasanya berjalan-jalan dengan Junhyung. Berlari-larian, bersepeda, dan hal lainnya mereka lakukan bersama. Tapi sekarang? Semua hanya kenangan. Kenangan Terindah. Di tempat ini juga tempatnya menyendiri. Tempatnya berpikir. Naeun duduk sambil menekuk kakinya. Kedua tangannya memeluk kakinya. 

" Kenapa? Apa yang terjadi sama gue? Apa?" ucap Naeun lirih. Dia melihat ke sekililingnya. Terputar di memorynya saat-saat bersama Junhyung di kebun itu. Kepalanya jadi terasa sedikit sakit.

" Junhyung, andai masih ada lo di samping gue. Gue gak akan ngerasa semua ini. Gue pasti bahagia karena ada lo. Karena lo. Karena lo yang selalu buat gue bahagia. Buat gue senyum. Buat gue ketawa. Tapi sekarang lo liat gue. Gue gak bisa lagi ketawa. Senyum aja gak bisa. Gue cuman bisa kasih senyum paksa. Gak lebih." ucap Naeun.

" Apapun yang terjadi, jalani semua dengan senyum. Jangan sedih mulu. Gue gak suka liat lo sedih." Kata-kata itu, kata-kata yang selalu diucapkan Junhyung kalo ngeliat Naeun menangis. Sekarang, gak ada lagi yang berkata seperti itu. Naeun rindu sekali dengan kata-kata itu.

" Maaf Junhyung. Gue gak bisa. Gue gak bisa senyum lagi. Gue gak bisa nurutin kata-kata lo dulu. Gue cuman butuh lo buat senyum. Cuman butuh lo di samping gue." ucap Naeun. Naeun terus merenung. Hingga dia merasa cukup, dia balik.

@ Rumah Naeun
Pulangnya, Naeun langsung menuju kamarnya.

@ Kamarnya

" Tok!Tok!Tok!" Kibum mengetuk pintu.

" Masuk aja." ucap Naeun. Kibum membuka pintu lalu masuk. Dia membawa semangkuk soup buat Naeun.

" Nih makan! Lo belum makan seharian ini." ucap Kibum menyodorkan makanan yang dia bawa. Naeun mengambilnya lalu memakannya. Makanan itu gak pahit. Di lidah Naeun tidak ada rasanya. Tapi dia tau, pasti lidahnya makin bermasalah. Dia tau yang bermasalah bukan soup dari Kibum tapi pasti indera pengecapnya.

" Gimana rasanya?" tanya Kibum.

" Enak. Masakan lo kan selalu enak." ucap Naeun bohong. Sebenarnya dia tidak merasakan apa-apa.

" Masa sih? Tapi perasaan tadi gue kebanyakan naruh garam deh. Apa gak asin?" tanya Kibum. Gawat? Dia gak tau makanan itu asin atau gak.

" Eh iya, baru kerasa asin. Lo tuh gimana sih." ucap Naeun bohong lagi.

" Lo kenapa sih? Apa yang terjadi sama lo?" tanya Kibum.

" Emang gue kenapa?" tanya Naeun balik.

" Lidah lo mulai bermasalah ya? Kenapa Cake Taemin yang manis lo bilang pahit? Dan soup gue, sebenarnya gak asin kok. Pas garamnya. GUE cuman ngetest lo." ucap Kibum. Naeun terdiam. Dia bingung mau jawab apa.

" Bener kan yang gue bilang?" tanya Kibum. Naeun mengangguk pelan.

" Gue takut, Oppa. Gue udah nggak bisa bedain manis, pahit, asin, asam, semua rasanya sama. Tawar. Gue takut. Gue gak mau kayak gini terus." ucap Naeun sambil menangis. Kibum memeluk Naeun. Dia kasihan. Kenapa semua ini terjadi pada Naeun? Kenapa harus?

" Mianhe, Naeun. Gue gak bisa bantu banyak. Cuman ini yang bisa gue lakuin." ucap Kibum.

@ Sepulang Sekolah
@ Kelas
Naeun menarik tangan Taemin.

" Mau kemana?" tanya Taemin bingung.

" Udah ikut aja." ucap Naeun. Naeun mengajak Taemin ke gudang sekolah.

@ Gudang Sekolah

" Ngapain sih kita kesini? Kayak gak ada tempat lain aja." tanya Taemin.

" Ngapain ke tempat lain. Tempat ini udah cukup buat bunuh lo." ucap Naeun. Taemin terdiam. Dia mengerti sekarang, jadi Naeun yang 2 tahun lalu menghilang kembali lagi hanya untuk membalas dendam kepada dirinya.

" Bunuh gue? Balas Dendam?" tanya Taemin tenang. Naeun bingung. Kenapa Taemin terlhat sangat tenang?

" Ya. Lo tau kan sekarang gue siapa?" tanya Naeun.

" Gue tau. Naeun si penyanyi yang hamper gue bunuh." jawab Taemin.

" Bagus kalo lo tau." ucap Naeun.

" Oke. Sekarang, silahkan ambil nyawa gue. Gue rela mati di tangan lo.” Ucap Taemin.

“ Rela? Benarkah? Kenapa? Bukankah lo terlalu egois dan terlalu ingin menang sendiri untuk rela?” Tanya Naeun.

“Karena lo udah ngerubah gue. Sekarang gue Taemin yang baru. Bukan Taemin yang sombong, egois, selalu menang sendiri, dan ngorbanin kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan gue.” Ucap Taemin.

“ Terserah lo mau ngomong apa. Yang penting, hari ini, adalah hari terakhir lo.” Ucap Naeun lalu mengambil pistol yang ada di atas meja. Dia mensejajarkan pistol itu dengan kepala Taemin. Tapi sekarang, tangan Naeun seperti tidak bias di gerakkan. Sepertinya tangan Naeun menolak untuk membunuh namja di depan Naeun itu. Apa yang terjadi?

‘ Kenapa? Kenapa tangan gue? Kenapa rasanya gue gak mau bunuh Taemin? Kenapa?’ batin Naeun bingung. Dia menatap Taemin yang sedang tersenyum kepadanya.

‘ Apa gue suka sama Taemin? Gak! Gak mungkin! Di hati gue cuman ada Junhyung.’ Ucapnya dalam hati. Naeun berlari ke luar.

“ Naeun!” teriak Taemin mengejar Naeun. Tapi terlambat, Naeun sudah terlalu jauh untuk di kejar.

@ Rumah Naeun
@ Kamar Naeun
Kibum yang melihat Naeun berlari ke kamarnya jadi bingung. Apa ada sesuatu yang terjadi sama Naeun? Kibum lalu pergi ke kamar Naeun. Dia membuka pintu dan masuk.

“Lo kenapa?” Tanya Kibum. Naeun langsung memeluk Kibum.

“ Gue gak bisa Oppa. Gue gak bisa bunuh Taemin. Gue gak tau kenapa.” Ucap Naeun.

“ Apa lo suka sama Taemin?” Tanya Kibum.

“ Gue gak tau. Tapi gue takut Oppa. Gue takut kalo gue beneran suka sama dia.” Ucap Naeun. Kibum melepas pelukan Naeun. Dia menatap Naeun.

“ Jangan sampai suka sama Taemin. Dia itu udah bunuh Junhyung. Dia itu pembunuh.” Ucap Kibum lalu pergi.

‘ Kalo lo gak bisa beresin Taemin. Gue bakal beresin dia buat lo, Naeun.’ Batin Kibum. Naeun duduk di kursi belajarnya. Menaruh kedua tangannya di meja. Menatap foto Junhyung.

“ Kibum bener. Gue gak boleh suka sama Taemin. Taemin yang buat Junhyung pergi. Taemin yang bunuh Junhyung.” Ucapnya sambil menangis. Terputar di memorynya kejadian 2 tahun lalu. Kejadian yang membuatnya terpuruk dalam kesedihan. Naeun merasakan kepalanya sakit. Dia meremas-remas kepalanya itu.

@ Besoknya
@ Sekolah
@ Ruang Musik
Kibum memainkan sebuah biola sambil menunggu kedatangan Taemin.

“ Ada apa, hyung?” Tanya Taemin yang baru datang.

“ Ada sesuatu yang mau gue bicarain ma lo.” Ucap Kibum.

“ Apa?” Tanya Taemin.

“ Lo tau kan, kalo Naeun itu sering sakit kepala, sering pingsan, trus dia bilang Cake lo itu pahit padahal manis. Lo tau dia kenapa? Dia itu depresi karena lo. Karena lo udah bunuh Junhyung. 2 tahun lalu gue bawa Naeun ke luar negeri biar dia bisa ngelupain kenangan-kenanngan buruk yang bikin dia depresi. Tapi dia gak bisa lupain semua itu. Dan akhirnya dia balik ke Korea, buat balesin dendamnya ke lo.” Ucap Kibum.

“ Benarkah?” Tanya Taemin tidak percaya.

“ Iya. Dan sekarang, karena Naeun batal bunuh lo kemarin, gue yang bakal bunuh lo.” Ucap Kibum.

“ Sebelum itu, boleh gue tanya sesuatu?” tanya Taemin.

To Be Continued

By : Elvina


Continue Reading...

My Lovely Senior Part 1



Title: My Lovely Senior

Author: Elvina Akyas

Main Cast: Kai, Krystal (KaiStal)

Support Cast: Chanyeol, Baekhyun, Sehun

Genre: Romance

Rated : T

Leght: Chapters



" Ah... Lelahnya..." ucap seorang lelaki sambil melipat tangannya di meja kerjanya. Lalu menempatkan kepalanya di atas lipatan tangannya itu. Tiba-tiba saja lelaki itu teringat sesuatu, dia langsung memukul jidatnya karena melupakan sesuatu yang penting.

" Aish, aku belum selesai membaca proposal rapat tadi. Hm.. dimana aku meletakkan map yang diberikan Sekretarisku ya?" laki-laki itu bangkit dari meja belajarnya dan berjalan menuju rak yang berisi banyak buku dan map. Dengan segera dia mengobrak-abrik raknya itu.

" Hm.. bukan yang ini, bukan ini, ini juga bukan... Nah ini dia." ucapnya sambil mengambil sebuah map berwarna biru. Namun sial bagi lelaki itu karena tiba-tiba....

BRAK!!

" Aduh! Aw!" Lelaki itu meringis karena sebuah album foto mengenai kepalanya karena terjatuh dari rak. Dia mengelus-elus pelan kepalanya lalu mengambil album foto itu dan membawanya ke meja kerjanya.

Dia membaca judul album foto itu, bibirnya tersenyum membacanya. " MASA-MASA di STAR HIGH SCHOOL "

" Kai, kau baik-baik saja? aku mendengarmu meringis tadi, apa kau terluka?" Seorang perempuan tiba-tiba masuk ke ruang kerja lelaki yang dipanggilnya Kai itu.

 " Aku baik-baik saja, baby. Aku hanya kejatuhan ini." ucap lelaki yang bernama Kai itu sambil dengan bangga memperlihatkan album foto yang baru saja melukai kepalanya itu. Perempuan itu terkekeh pelan membaca judul album itu. Dia berjalan menghampiri Kai lalu memeluk leher suaminya itu. Dia menyenderkan kepalanya di bahu lelaki yang dicintainya itu.

" Kau mau melihatnya?" tanya Kai.

" Tentu." ucap perempuan itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Namanya Krystal, istri dari lelaki bernama Kai itu.

" Baiklah. Kita lihat bersama-sama." ucap Kai sambil buka album foto itu.

Di halaman pertama, ada foto Kai saat dia MOS. Penampilannya sangat-sangat-sangat CUPU. Mengenakan topi karton warna merah berbentuk kerucut, Kai juga mengenakan gelang  bewarna bru bling-blingan dengan coretan '14-o1'' yang berarti tanggal dan bulan kelahirannya, sambil mengalungkan papan nama yang lengkap dengan namalengkap-namapanggilan-namaorangtua-TTL-asalSMP-namaTim-namapanggilandalamTim-tandatangan-capjempoltangan-capjempolkaki-capbibir, dan.. Pokoknya masih panjang deh untuk di jelaskan kelanjutannya! Bayangin saja artribut MOS kalian yang benar-benar edan dan memalukan.

" Hahaha! Kau sangat konyol saat MOS, Kai." Krystal tertawa terpingkal-pingkal saat melihat foto Kai saat MOS.

" Ya, baby, kau jahat sekali. Ah... memang sih aku terlihat konyol saat itu. Kita buka halaman berikutnya saja." Ucap Kai lalu membalik halaman album itu.

 Halaman kedua dan ketiga berisi fotonya dengan Krystal dan di pojok halaman tertulis " My Lovely Sunbae ".

  " Mwo? Itu aku dan kau kan, Kai? My Lovely Sunbae? " tanya Krystal.

 " Iya. Aku jadi ingat, dulu Baby selalu galak padaku. Bahkan saat aku sudah menjadi pacarmu." ucap Kai.

 " Hehe.. itu kan dulu, Kai. Kau tau kan dulu aku adalah ketua kedisiplinan. Jadi wajar kalau aku bersikap galak apalagi dulu kau terkenal sebagai junior paling evil di sekolah. Ckckck... dulu kau sangat susah diatur." ucap Krystal sambil mengingat-ingat masa-masa SMA nya dulu bersama Kai.

" Ya, kau bahkan memanggilku Evil Junior. Haha.." Kai juga tertawa mengingat masa lalunya.

Kimi dake ni Kiss Kiss Kiss donna toki mo
Boku wa kimi wo mamori tsutdzukeru yo
Kiss Kiss Kiss kimi dake wo
Itsumademo dakishimete itai
I wanna feel you motto
Subete no ai wo komete Kiss okuru yo

 Handphone Krystal berbunyi. Krystal mengambil Hp di sakunya dan mengangkatnya.

 " Hello? Ah.. ya, baiklah. Aku akan segera kesana.Ya, terimakasih" Dia meletakkan kembali Hpnya di sakunya.

 " Ada apa, baby?" tanya Kai.

" Aku harus ke RS segera. Ada pasien yang harus ku urus." ucapnya.

" Begitu ya. Mau kuantar?" tawar Kai.

" Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Selesaikan saja pekerjaanmu itu.Bye!" tolak Krystal lalu mengecup kedua pipi Kai dan berjalan keluar dari ruang kerja Kai. Yap, Krystal adalah seorang dokter, sedangkan Kai adalah seorang kepala sekolah di STAR HIGH SCHOOL. Kai adalah kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah itu.

" Sekarang aku sendiri. Hm.." Kai senyum-senyum sendiri memandangi foto-foto yang ada di album itu. Lalu menutup album foto itu cepat sampai debu-debu yang setia nempel disana, keluar berhamburan menyambar wajah tampannya.

" Hatchii~ Hatchii~!" Kai yang terkena debu menjadi bersin. Dia lalu membersihkan debu-debu yang ada di album itu.

" Belum lama disimpan sudah berdebu." ucapnya lalu menaruhnya di pojok mejanya. Dia kembali melipat tangannya dan meletakkan kepalanya kembali di lipatan itu. Masa bodoh dengan proposal yang harus dia baca, toh bisa dia lakukan nanti. Sekarang, pikirannya sedang sibuk bernostalgia dengan masa-masa SMA-nya dulu. Masa-masa MOS saat pertama kali menjadi seorang siswa di STAR High School, berkenalan dengan teman-temannya, bertemu dan.. jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sunbaenya yang sekarang menjadi istrinya, Krystal.

                                                                       ~FLASHBACK~

Kai P.O.V

Sekarang adalah minggu ke-2 aku menginjakkan kaki di sekolah milik keluargaku ini, STAR HIGH SCHOOL. Kenapa aku tidak menceritakan minggu pertama ku? OH NO!!! Kalau aku menceritakan minggu pertamaku, bukannya FF ini menjadi FF Romance malah akan jadi FF Comedy karena membaca cerita masa-masa MOS ku yang sangat konyol. Bagaimana aku bisa menceritakan tentangku yang berdandan cupu dan diperintah oleh kakak kelasku, hah? 

Lebih baik kita mulai cerita ini dari minggu ke-2ku bersekolah disini, oke? Sekarang aku ada di kelasku, kami disuruh oleh wali kelas kami untuk maju satu per satu memperkenalkan diri. Sebentar lagi adalah giliranku. Semua gadis di kelas ini pasti akan jatuh hati padaku saat aku maju nanti hahaha... [evil laugh].

" Namaku Kim Jong In, Kalian bisa memanggilku Kai." ucapku memperkenalkan diri. Semua gadis dan beberapa namja menatapku jatuh cinta. ya, apa namja-namja itu gay? Okey, aku kan bukan termasuk dalam kategori namja yang cantik, tapi...

" Really Handsome! WAA!!!!!" teriak para gadis di kelasku. Ya, sudah kubilangkan, mereka akan jatuh hati saat aku maju.

" Baiklah Kai, silahakan duduk kembali di bangkumu." Aku kembali ke bangkuku.

" Karena ini hari pertama kalian setelah MOS, hai ini kami tiadakan pelajaran. Kalian boleh berkeliling sekolah sampai jam pulang nanti." ucap sang guru. Aku dan murid lainnya hanya mengangguk tanda mengerti.

" Kai, bagaimana kalo kita ke kantin? Aku lapar." ajak seorang namja yang duduk sebangku dengan ku. Namanya Park Chanyeol. Dia juga adalah teman sekamarku. Ah, aku belum menceritakan pada kalian, sekolah ini juga dilengkapi asrama, supaya muridnya lebih disiplin mungkin.

" Baiklah. Ayo!"

@ Lorong Sekolah

Author P.O.V

Seorang gadis sedang berjalan dengan ditemani sebuah buku yang sedari tadi di bacanya. Gadis itu adalah Krystal. Tiba-tiba saja datang 2 namja yang langsung menerjang dan menggelayuti bahu dan lengannya.

" Wah, sunbae, kau meninggalkan kami. Kenapa tidak ke kelas kami tadi?" tanya salah satu dari mereka. Namja itu cukup tinggi, namanya Sehun .

" Itu karena aku malas pergi ke kelas kalian. Kelas kalian berisik." jawab Krystal.

" Omona,sunbae  rajin sekali baca buku jam segini." ucap namja lainnya yang menggelayuti tangan kiri Krystal. namja yang cukup imut, namanya Baekhyun.

" Gosh, kalian ini kenapa gemar banget menggelayutiku setiap pagi, hah? Kalian itu sudah kelas XI." protes Krystal pada kedua adik kelasnya itu.

" Itu karena sunbae sangat imut. Iya kan?" ucap Sehun membela diri.

" Hu-um. Sunbae Krystal sangat imut.Kekeke" ucap Baekhyun membernarkan ucapan Baekhyun sambil mencubit kedua pipi Krystal. Krystal mengembungkan kedua pipinya, itu kebiasaannya kalau pipinya dicubit.

" Ah Baekhyun, berhentilah mencubitiku, itu sak.....'' Tiba-tiba Krystal menghentikan ucapannya. Dia menatap ke arah loker-loker sekolah. Baekhyun dan Sehun yang heran akhirnya mengikuti arah pandangan Krystal.

" Oh My Gosh." ucap Baekhyun sambil memalingkan mukanya.

" Lebih baik kita pergi saja, Sunbae." ucap Sehun sambil memegang tangan Krystal hendak menariknya pergi. Tapi Krystal dengan kasar melepaskan tangannya dari genggaman Sehun. Dan menatap jijik pada sesuatu yang dia lihat sekarang.


" BRAK!!" Terdengar suara gebrakan.

" YA HENTIKAN!" Bentak Krystal.

To Be Continued
By: Elvina


Continue Reading...

Senin, 27 Januari 2014

Fanfiction " Song for My Juliette" part 2




Annyeong! Saya Comeback! Gak tau kerasukan apaan, aku jadi pingin ngelanjutin nih FF. Kekekeke. 

Daripada berlama-laman saya nyerocos, Mending kita mulai aja

Happy Reading Guys!
Hope you like this!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Title: Song For My Juliette

Author: Elvina Akyas

Main Cast: Myungsoo (L)

Support Cast:  Suzy, Kris

Genre: Fantasi, Romance

Rated : T

Leght: Chapters

Summary: Myungsoo, seorang namja yang meninggal saat dirinya akan menyatakan cintanya pada seorang gadis pujaannya. Gadis pujaannya itu bernama Suzy. Sebelumnya dia sudah menyiapkan lagu ciptaannya untuk menyatakan cintanya kepada Suzy. Tapi takdir berkata lain, sebuah kecelakaan merenggut nyawanya di hari yang sangat dia tunggu-tunggu itu.

Dia diberi kesempatan 10 hari  untuk menemui gadis pujaannya itu. Tapi ketika dia kembali untuk menemui gadis pujaannya itu, Myungsoo menemukan sebuah kenyataan pahit yang tidak pernah terbayang di pikirannya. Apa kenyataan pahit itu? Apa yang akan dilakukan Myungsoo? Apa dia akan tetap menemui Juliet dan menyatakan cintanya?

 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Selamat datang." tiba-tiba sebuah suara muncul dari belakang Myungsoo. Perlahan, Myungsoo memutar kepalanya kebelakang. Seorang namjai tampan yang dy yakini adalah seorang malaikat berdiri tepat di belakangnya. Lalu tiba-tiba menghilang. Myungsoo segera memutar kepalanya ke depan lagi, dan mendapati malaikat tadi sekarang ada di depannya. Malaikat itu menyeringai kecil sambil menatap Myungsoo.

" Biarkan aku memperkenalkan diri. Aku malaikat yang bertugas menemanimu sekarang. Dan aku mempunyai sebuah penawaran untukmu. Sebuah tawaran menarik. Kau mau mengetahuinya?" ucap malaikat itu.

" Penawaran menarik? Apa madsudmu?" tanya Myungsoo.

@ Hari pemakaman Myungsoo

Hari ini adalah hari pemakaman Myungsoo. Pemakaman Myungsoo berjalan lancar. Semua pelayat pulang, tinggal Suzy dan Kris. Ah.. disana juga ada Myungsoo eh madsudnya Roh Myungsoo yang melihat dari jauh bersama dengan malaikat tadi. Ternyata, malaikat itu menawarkan Myungsoo untuk melihat tubuhnya dimakamkan. Melihat banyak orang yang menangisi kematiannya. Melihat airmata dari orang-orang yang dia cintai.

" Ikhlasin Myungsoo. Suzy-ah, uljima,jangan begini terus." ucap Kris. Suzy hanya diam. Matanya memandang nisan Myungsoo dengan tatapan tidakrela.

" Myungie, kenapa kamu pergi secepat ini? Aku... Aku... bahkan belum bilang kalo Aku suka sama kamu." ucap Suzy. Dia mengelus nisan Myungsoo dengan penuh perasaan. Lalu dia mengusap kristal bening yang mulai meleleh di pelupuk matanya, bersama dengan sisa air matanya yang mengering karena dia sempat menangis tadi.

" Saranghae! Neomu Saranghaeyo Myungsoo." ucap Suzy lagi.  Kini tangisannya pecah. Dia tak sanggup lagi menahannya. Kris yang melihatnya menjadi kasihan. Dia memegang kedua lengan Suzy, dan lalu mengangkat tubuh yeoja untuk berdiri. Kris segera memeluk tubuh Suzy, meminjamkan dadanya untuk Suzy. Membiarkannya menangis dan  menenangkan diri didalam pelukannya.

" Mianhaeyo. Mianhe hyung, mianhae Suzy-ah.  Uljima, jangan bersedih. Andai aku bisa hidup lagi, aku bakal bikin kalian senyum." ucap Myungsoo. 

" Manusia. Makhluk yang lemah karena cinta." ucap si malaikat. Myungsoo mengalihkan pandangannya dari Suzy dan Kris ke malaikat itu.

" Bisa kita pergi sekarang? Aku ingin pergi secepatnya dari sini." ucap Myungsoo sambil lalu memandang kedua orang yang dia cintai tadi dengan tatapan merasa bersalah, sedih, dan tak rela.

" Oh, tentu. Kau pasti merasa sangat tertekan sekarang. Hahahaha" ucap si malaikat. Malaikat itu menarik jubahnya, menutupi tubuh mereka dengan jubah itu dan mereka lalu menghilang dari sana.

@ White Room
Myungsoo kembali berada di ruangan putih tadi. Tapi kali ini dy sendiri lagi. Malaikat yang mengajaknya ke pemakamannya itu tidak bersama dengannya lagi. Myungsoo hanya berdiri dengan diam. Menunggu malaikat apa lagi yang akan muncul untuk menemuinya kali ini. Myungsoo masih menunggu hingga beberapa waktu kemudian, tapi tak ada tanda-tanda kemunculan malaikat baru.

" Kapan datangnya new Angel?" tanya Myungsoo. Seolah menjawab, tiba-tiba ruangan itu berubah warna. Ruangan itu menjadi sangat berwarna. Berbagai warna terlukis di ruangan itu. Myungsoo yang melihatnya, sangat kagum. Indah. Ruangan itu jadi sangat indah sekarang.

" Kau menungguku Myungsoo-ssi? Sepertinya kau tidak sabar akan kedatanganku." Seorang malaikat dengan gaunnya yang berwarna pelangi tiba-tiba muncul dan menyapa Myungsoo.

" Tidak. Aku selalu sabar menunggu. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Apa kau mempunya penawaran menarik untukku?" ucap Myungsoo lalu tersenyum. Menanti jawaban dari malaikat yang berada tepat di depannya itu.

" Tentu aku punya." ucap malaikat itu lalu berjalan mendekati Myungsoo. Dy berhenti tepat disamping Myungsoo. Rambutnya yang blonde, menyentuh lembut pipi Myungsoo.Malikat itu sedikit lebih mendekatkan bibirnya di telinga Myungsoo.

" Aku akan mengajakmu bertemu dengan orang-orang yang kau cintai." ucap malaikat itu lalu menjauhkan wajahnya kembali dari Myungsoo. Myungsoo yang mendengarnya langsung menengok ke arah malaikat tadi.

" Madsudmu?" tanya Myungsoo.

" Bukankah saat di pemakaman tadi, kau berharap hidup kembali dan membuat mereka tersenyum? Lagipula kau juga belum menyatakan cintamu kepada Juliet-mu bukan? Bagaimana? Kau tertarik dengan tawaranku?" jawab dan tanya malaikat.

" Madsudmu aku bisa hidup kembali begitu?" tanya Myungsoo.

" Ah tidak. Kau sudah mati. Dan kematianmu sudah menjadi takdirmu. Dan kau tidak bisa merubah takdir itu begitu juga kami. Tapi, kami bisa memberi kesempatan 10 hari kepada rohmu untuk bertemu mereka dan menyatakan cintamu." ucap malaikat itu menjelaskan.

" Tapi bagaiman aku bisa menemui mereka? bukankah mereka tidak bisa melihat roh?" tanya Myungsoo.

" Akan ada seorang manusia yang akan membantumu nanti. Kau harus memutuskan sekarang, kau terima atau tidak tawaranku ini?" tanya malaikat itu. Myungsoo terdiam. Berpikir. Dia sangat ingin bertemu dengan Suzy, Hyung-nya, dan kedua orang tuanya. Dia juga ingin mengungkapkan perasaannya kepada juliette-nya, Suzy.

" Aku terima tawaranmu." jawab Myungsoo.

" Kau yakin?" tanya malaikat itu memastikan.

" I'm sure." ucap Myungsoo.

" Okay. Lets'go!" ucap malaikat itu lalu menggandeng tangan Myungsoo dan lalu mereka berdua menghilang.

@ Suzy's Home
@ Suzy's Bed Room

Myungsoo dan malaikat tadi sampai di kamar Suzy. Mereka berada tepat di depan Suzy. Di depan seorang yeoja yang sedang menangis sambil memangku sebuah gitar.

" Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Myungsoo sambil menolehkan kepalanya ke malaikatnya.

" Aku hanya ingin saja. Kita lanjutkan petualangan kita besok. Malam ini, aku biarkan kau menemani yeojamu itu. Selamat tinggal!" ucap malaikat itu lalu menghilang pergi. Myungsoo kembali menatap Julietnya.

" Hi Juliette! Romeo Come back." ucap Myungsoo sambil tersenyum pahit melihat keadaan gadis tercintanya itu. Sangat berantakan. Kamarnya yang biasanya sangat rapi, kini menjadi sangat mengerikan. Benda-benda berserakan dimana-mana.

" Myungsoo-ah, bogoshippoyo. Kenapa kamu tinggalin aku? Wae?" ucap Suzy sambil menangis.

" Aku ada disini Suzy-ah. Disini. Di depanmu. Apa kamu gak merasa kehadiran aku?" ucap Myungsoo. Mata Myungsoo mulai berkaca-kaca menatap Soo Hoy. Hatinya sakit melihat Juliette-nya sekarang. Semua rasa bersalah ia rasakan.

" Mianhae. Mian bikin kamu sedih. Neomu mianhaeyo." ucap Myungsoo sambil menundukkan kepalanya. Dia mengusap matanya, membuang air mata yang hampir jatuh di pipinya. Lalu Myungsoo mengangkat lagi kepalanya, dy mengulurkan kedua tangannya ke wajah Suzy. Ingin rasanya, dy menyentuh wajah Suzy, mengusap air mata Juliette-nya, menghibur yeoja cantik itu. Tapi sedetik kemudian, dia menurunkan tangannya, dia tahu kalau dia takkan bisa menyentuh Suzy. Boro-boro menyentuh, dilihat pun dia tidak bisa.

" Bogo Shiippo, Myungsoo." ucap Suzy. Yeoja itu mulai memainkan gitar yang sedari tadi dia diamkan di pangkuan. Memainkan lagu sedih yang senada dengan suasana hatinya.

Mogi meeoseo maldo motago
Hancham meonghani haneulman bogo nan uldaga
Ijeuryeogo jebal itjago nan honjaseo
Geumanhajago naege tto mareul hae

Sogi sanghaeseo sogi da taseo
Sarang ttawineun naegen eobseul geora mareul hae
Geuman itja jebal geuman itja dajimeul haedo
Neoui moseubi deo naui gaseume doraseo

Byeoril eobtjanha nareul ijeodo
Myeochil isseumyeon jom gwaenchanheul geoya..

Hancham uldaga utdaga jamdeulgo
Jeonhwagireul deulgo dasi naerigo nan
Babocheoreom geujeo babocheoreom
Wae myeochiljjae ireoneunde

Bogo sipeo michil geot gata
Geuman itgo sipeo michil geot gata na
Himdeureoseo neomu himdeureoseo nunmuri apeul garyeo
Neoui moseubi areungeoryeo ijen

Beolsseo myeochiljjae jamdo motjago
Neoui saenggageul jiwotda tto dasi hage dwae
Gwaenchanketji jogeum deo jinamyeon ichyeojil geoya
Machi eoreumcheoreom naui gaseumi nogaseo

Byeoril eobtjanha nareul ijeodo
Myeochil isseumyeon jom gwaenchanheul geoya..

Hancham uldaga utdaga jamdeulgo
Neoui ireumeul na honja bulleobogo
Babocheoreom geujeo babocheoreom
Wae myeochiljjae ireoneunde

Bogo sipeo michil geot gata
Geuman itgo sipeo michil geot gata na
Himdeureoseo neomu himi deureoseo nunmuri apeul garyeo
Neoui moseubi areungeoryeo

Ijen ijeul ttaedo doen geot gateunde
Geuman himdeureodo doel geot gateunde wae
Babocheoreom geujeo babocheoreom itjido motago wae
Doraoran maldo motani naneun…

Can't Let Go Of You_Ost 49 Days

" Apa kau benar-benar kehilanganku? Tapi jangan seperti ini Juliet. Kau membuatku merasa bersalah. Kembalilah menjadi dirimu yang sebenarnya. Dimana Julietku yang ceria?" ucap Myungsoo. Sedari Suzy  menyanyi, Myungsoo terus saja bertanya. Walaupun dia tahu, yeoja itu tidak mungkin mendengarnya, tapi dia tidak bisa menghentikan kata-kata terlontar dari bibirnya. Dia terlalu khawatir dengan keadaan Suzy.

Suzy meletakkan gitar itu di sebelah meja belajarnya. Kini dia berjalan menuju tempat tidurnya. Myungsoo mengikuti langkah Suzy. Suzy duduk di tempat tidurnya, lalu membaringkan tubuhnya. Dia menarik selimutnya, menyelimuti kaki hingga bahunya. Tapi dia tidak tidur. Dia masih menangis. Menangis dalam diam. 

Myungsoo tidak tega melihat kelakuan Suzy. Dia mendekatkan dirinya dengan Suzy. Membaringkan tubuhnya di sebelah gadis yang dia cintai itu. Mendengarkan suara pelan Juliet yang masih saja menangis.

" Tidurlah Juliet. Kita akan bertemu lagi. Aku janji. Jangan tangisi perpisahan ini. Aku akan selalu bersamamu." ucap Myungsoo.

@ Paginya

Myungsoo masih berbaring di sebelah Suzy. Sedangkan Suzy? Dia sedang tidur sekarang. Wajahnya terlihat pucat, mungkin karena semalaman dia menangis. Myungsoo mengubah posisinya menjadi duduk. Lalu dia berdiri dan berjalan melihat foto-fotonya bersama Suzy yang terpajang di meja belajar Suzy. Myungsoo tersenyum mengenang masa-masa bersama Suzy.

" Ceklek!" Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Myungsoo yang mengira yang datang adalah malaikat kemarin, segera menoleh. tapi ternyata dugaannya salah. Yang datang adalah hyung-nya. Kris.

" Kris hyung. Apa yang hyung lakuin?" ucap Myungsoo bertanya. Tapi pertanyaan itu tidak dijawab oleh Kris, of course karena Kris tidak bisa mendengar kata-kata roh. Kris berjalan ke arah bed Suzy. Jonghyu juga berjalan searah dibelakang hyung-nya.

Kris berdiri di samping bed , lalu Suzy. Dia sedikit merendahkan tubuhnya, dan lalu mengulurkn tangannya untuk menepuk-nepuk pelan lengan Suzy.

" Suzy-ah, bangun! Udah pagi ini." ucap Kris mencoba membangunkan yeoja yang disukai dongsaengnya itu. Perlahan Suzy membuka matanya, dan melihat seorang Kris di depannya. Suzy segera bangun dari tempat tidurnya.

" Oppa ngapain di kamar aku?" tanya Suzy.

" Oppa tadi diminta buat nganterin kamu ke Sekolah. Orang tua kamu kan lagi di L.A. Tapi dari tadi Oppa tungguin, kamu belum siap aja. ya, udah Oppa ke kamar kamu. Udah mandi sana, bentar lagi jam 7 lho." Jelas  Kris. Suzy hanya mengangguk. Suzy membalikkan badannya ke arah Kamar Mandi, tetapi dia merasakan lengannya dipegang Kris, dia membalikkan badannya lagi.

" Kamu nangis kan semalam? Jangan nangis karena Myungsoo, Suzy-ah. Dia gak bisa tenang di surga lho  kalo lihat kamu nangis terus. Kamu harus senyum. Harus semangat. Hwaiting!" ucap Kris memberi semangat. Myungsoo yang melihatnya, menjadi tersenyum. Kata-kata yang sangat ingin dia ucapkan pada Juliet-nya, kini sudah didengar oleh Suzy walaupun bukan dari mulut Myungsoo. 

" Akan kucoba, Oppa. Gomawo . Aku mandi dulu." ucap Suzy lalu keluar dari kamarnya. Kris juga keluar dari kamar Suzy, tapi bukan untuk ke kamar Mandi, dy pergi turun ke ruang tamu.

Myungsoo tinggal sendiri di kamar Suzy, dy memilih menunggu malaikat kemarin di kamar itu. Sekarang Myungsoo  hanya duduk melamun di kursi belajar Suzy sambil menatap foto-foto yang terpajang disana.

" Sedang mengenang masa-masa dahulu, Roh?" sapa malaikat sambil menepuk bahu Myungsoo. Myungsoo yang tadinya menikmati lamunannya, menjadi kaget karena kedatangan malaikat yang tiba-tiba itu.

" Ah, kau mengagetkanku." ucap Myungsoo protes.

" Maaf. Tapi aku hanya ingin mengajakmu pergi. Mengajakmu bertemu manusia yang akan membantumu dalam 10 harimu ini." ucap Malaikat itu. Myungsoo yang mendengar ucapan malaikat itu segera merubah ekpresinya dari angry menjadi aegyo.

" Ah segera bawa aku menemui manusia itu." ucap Myungsoo semangat sambil membayangkan untuk kembali bertemu Suzy bukan dalam mode roh tetapi manusia.

" Baiklah." ucap malaikat itu.

@ SM High School
@ Tempat Parkir

Mobil BMW putih milik Kris berhenti di sana. Kris dan Suzy turun dari mobil. Kris segera berdiri di samping Suzy lalu menggandeng tangan yeoja itu. Suzy yang kaget dengan perlakuan Kris, menoleh ke arah Kris yang ada di sampingnya sambil memandang namja itu bingung.

" Anggap aja ini tangan Myungsoo." ucap Kris saat melihat ekpresi bingung Suzy.

" Tapi Oppa..." ucap Suzy yang lalu dipotong oleh Kris.

" Udah ayo! Aku  anterin ke kelas. Bentar lagi bel." ucap Kris.

" Ne, Oppa." ucap Suzy sambil mengangguk. Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju kelas Suzy.

@ Kelas Myungsoo

Terlihat sepasang makhluk gaib (author ngakak sendiri waktu nulis ini) yaang tak lain dan tak bukan adalah Myungsoo dan malaikatnya di dalam kelas Myungsoo diantara banyak murid yang sibuk dengan kegiatannya. Myungsoo memandang kelasnya itu, mencoba mencari kira-kira siapa dari mereka yang bisa melihat dirinya. Tapi dia hanya melihat teman-temannya sibuk sendiri dengan dunianya.

" Ya, apa madsudmu mengajakku kesini? Disini tidak ada yang dapat melihatku. Siapa yang kau madsud akan membantuku?" tanya Myungsoo penuh emosi. Malaikat yang ada dihadapannya hanya menggelengkan kepalanya mendapat protes dari Myungsoo.

" Tunggu sebentar lebih lama. Dia akan segera datang." ucap Malaikat. Myungsoo  mengalihkan pandangan dari malaikatnya ke pintu kelas. Dia melihat Suzy dan Kris yang berjalan bergandengan. Hatinya sedikit merasa cemburu tapi dia menepis rasa cemburu itu.

' Mungkin Kris Hyung hanya ingin membantu Suzy untuk bangkit lagi.' Batin Myungsoo. Namja itu berusaha berfikir positif.

@ Di luar Kelas Myungsoo (Tepat di depan jendela kelas Myungsoo)

"  Myung.... Myungsoo Oppa?" gumam seorang yeoja kaget dengan sesuatu yang dilihatnya. Dia melihat Myungsoo, namja yang baru saja dikabarkan meninggal itu.

" Bukankah dia telah meninggal?" gumam yeoja itu lagi.




--------------------------------------------------------------To Be Continued------------------------------------------------------------------------------------------------------------

By : Elvina
Continue Reading...

Followers

Blogroll

Follow The Author