Akhir-akhir ini, makanan Jepang jadi sangat ngetrend. Terutama Sushi, dimana-mana ada sushi bar. Sushi Tei, Poke Sushi, Hachi-Hachi, Sushi Groove dan masih banyak sushi bar lainnya.
Di Indonesia, makan sushi bukan hanya karena rasa yang enak tapi juga karena lifestyle. Kalau di Australia, sushi juga mudah ditemui. Di stasiun kereta api ada sushi stall yang menjual sushi roll dengan harga cukup murah dengan ukuran roll yang lumayan bikin kenyang. Termasuk makanan yang murah dari pada makanan lain.
Saya sendiri adalah penikmat sushi. Termasuk yang berani memakan ikan mentah dan bukan penggemar sushi yang sudah dimasak. Sushi favorit tentu Salmon Sashimi.
Beberapa lalu di Twitter, @katarangga memberikan link Etika Makan Sushi. Baca-baca, saya kaget karena saya masih banyak melanggar etika makan sushi. Beberapa yang saya langgar :
Di Indonesia, makan sushi bukan hanya karena rasa yang enak tapi juga karena lifestyle. Kalau di Australia, sushi juga mudah ditemui. Di stasiun kereta api ada sushi stall yang menjual sushi roll dengan harga cukup murah dengan ukuran roll yang lumayan bikin kenyang. Termasuk makanan yang murah dari pada makanan lain.
Saya sendiri adalah penikmat sushi. Termasuk yang berani memakan ikan mentah dan bukan penggemar sushi yang sudah dimasak. Sushi favorit tentu Salmon Sashimi.
Beberapa lalu di Twitter, @katarangga memberikan link Etika Makan Sushi. Baca-baca, saya kaget karena saya masih banyak melanggar etika makan sushi. Beberapa yang saya langgar :
- Menggosok-gosok sumpit.
Tujuannya sih menghilangkan 'rambut-rambut' sumpit yang katanya bisa membuat masalah kesehatan. Namun ternyata, itu merupakan penghinaan buat kedai sushi tempat kita makan. Kalau kita gosok-gosok begitu, itu menunjukkan kedai sushi itu memberikan sumpit berkualitas buruk pada kita. Tapi di Surabaya, kebanyakan sumpit yang dikasih memang berkualitas buruk yah. - Wasabi dan kecap asin tidak untuk dicampurkan.
Saya selalu mencampur wasabi dan kecap asin, saya pikir itu cara yang benar. Diajar oleh teman yang lebih pintar makan sushi (baca: lebih sering), jadinya menurut saja. Ternyata itu cara yang salah! - Mencelupkan bagian nasi ke kecap asin. harusnya bagian dagingnya yang dicelupkan. Kalau nasinya yang dicelupkan, nasinya menyerap kecap asin banyak-banyak sehingga sushinya keasinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar