Rabu, 29 Januari 2014

Nyawa Hidupku Chapter 2

Share it Please
Title: Nyawa Hidupku

Author: Elvina Akyas

Main Cast: Jessica, Donghae

Support Cast:  Leeteuk, Lee Sora, Ryeowook

Genre: Fantasi, Romance

Rated : T

Leght:twoshoot


@ RS
Leeteuk, hyungnya Donghae datang. Dia segera menemui Jessica.

" Donghae kenapa?" tanya Leeteuk.

" Tadi dia mimisan, oppa. Trus dia kayak kesakitan gitu. Emang Donghae sakit apa?" tanya Jessica.

" Emang lo nggak tau? Donghae nggak ngasih tau lo?" tanya Leeteuk.

" Nggak. Emang dia sakit apa?" tanya Jessica.

" Kanker Darah stadium 4." jawab Leeteuk dengan muka sedih. Sangat berat dia mengucapkan kata-kata itu.

" Kanker Darah? Stadium 4? oppa bercandakan?" tanya Jessica tak percaya.

" Nggak. oppa serius." ucap Leeteuk meyakinkan. Jessica terlihat sangat kaget. Dia berjalan masuk ke Kamar Rawat Donghae.

@ Kamar Rawat Donghae
Terlihat Donghae yang terbaring di ranjang. Jessica duduk di kursi sebelah ranjang Donghae. Dia berharap, ini hanya lelucon yang dibuat Donghae. Dia berharap Donghae hanya ingin mengerjainya kali ini dengan berpura-pura sakit.

" Donghae, gue mohon lo bangun sekarang. Lo bangun dan bilang ke gue kalo lo cuman bercanda. Lo cuman mau ngerjain gue kan?" ucap Jessica sambil memegang tangan Donghae.

" Donghae. Gue mohon. Jangan bikin gue khawatir. Lo cuman bohong kan tentang Kanker Darah itu? Lo sekongkol kan sama Leeteuk Oppa buat ngerjai gue?" ucap Jessica. Donghae membuka matanya perlahan, dia mulai sadar.

" Princess." ucap Donghae melihat Jessica ada di kamar rawatnya. Jessica menatap Donghae.

" Donghae, sekarang lo bilang ke gue. Ini cuman sandiwara kan? Lo nggak kena Kanker Darah beneran kan?" tanya Jessica.

" Sorry. Gue emang kena Kanker Darah beneran. Sorry gue gak pernah cerita ke lo." jawab Donghae sambil menundukkan kepalanya. Dia nggak sanggup melihat reaksi Jessica setelah pengakuannya itu. Jessica meneteskan air matanya. Dia memeluk Donghae.

" Donghae, demi gue lo harus sembuh. Lo harus smbuh demi gue. Jangan tinggalin gue." ucap Jessica.

" Gue gak bisa janji Princess. Kanker gue udah stadium 4." ucap Donghae takut.

" Lo nggak boleh ninggalin gue Donghae. Gue sayang sama lo. Gue gak bisa hidup tanpa lo." ucap Jessica.

" Maaf." ucap Donghae. Kali ini dia merasakan kepalanya sakit. Sakit yang teramat sakit. Jessica melepaskan pelukannya. Dia melihat wajah Donghae menjadi pucat. Donghae memegangi kepalanya yang semakin sakit.

" Donghae lo kenapa?" tanya Jessica khawatir.

" Argh.. kepala gue sakit. Ambilin obat di laci." pinta Donghae. Jessica mengambil obat di dalam laci, tapi terlambat, Donghae sudah terlebih dulu….

" DOKTER!!!"

@ Koridor RS
Jessica dan Leeteuk menanti-nanti cemas. Mereka takut terjadi apa-apa dengan Donghae. Lalu seorang dokter keluar dari Kamar Rawat Donghae.

" Gimana dok keadaan Donghae?" tanya Leeteuk dan Jessica.

" Dia hanya pingsan biasa. Sebentar lagi juga sadar." jawab sang dokter.

" Saya permisi dahulu." lanjut sang dokter.

" Terima Kasih dok." ucap Leeteuk dan Jessica. Leeteuk dan Jessica masuk ke kamar Rawat Donghae.

@ Kamar Rawat Donghae

" Lo nggak balik dek?" tanya Leeteuk ke Jessica.

" Gue mau disini dulu kak. Gpp kan?'" tanya Jessica.

" Gpp sih. Tapi gue balik duluan ya. Nanti gue balik lagi." ucap Leeteuk. Jessica hanya mengangguk. Leeteuk beranjak pergi dari RS.

" Donghae cepet sembuh ya. Gue sayang sama lo." ucap Jessica lalu mencium pipi Donghae (perasaan daritadi cium pipi mulu deh). Karena ngantuk, dia akhirnya tidur sambil duduk di kursi sebelah ranjang Donghae.

@ Beberapa waktu kemudian

Jessica tertidur cukup lama. Dia lalu terbangun mendengar alunan suara piano. Dia membuka matanya, ternyata ada Donghae yang sedang memainkan sebuah piano (piano drmn tuh? Emang di RS boleh bawa piano ya?). Jessica menghampiri Donghae. Dia berdiri di sebelah Donghae yang sedang sibuk dengan pianonya. Donghae yang menyadari kegadiran Jessica, menghentikan permainannya dan menengok ke sampingnya.

" Udah bangun Princess?" tanya Donghae.

" Udah. Kok malah main piano? Nggak istirahat?" tanya Jessica.

" Bosen. Duduk sini!" ucap Donghae sambil menepuk-nepuk kursinya. Jessica duduk. Dia melihat kertas-kertas partitur di depan piano itu.

" Kok bawa partitur segala?" tanya Jessica.

" Nggak apa-apa sih. Pengen bawa aja." jawab Donghae sambil memainkan pianonya kembali. Dia memainkan piano sambil bernyanyi.

Di tengah sunyinya gelapnya malam
Yang menemaniku 
Kurasakan rinduku padamu

Bintang bintang malam tersenyum padaku 
Tertawa padaku 
Melihat sikapku rindukanmu 

Ingin ku berlari menembus sang waktu 
Untuk dapatkanmu
Memeluk dirimu selalu

Sungguh ku tak bisa berpisah denganmu 
Walaupun sedetik 
Karena ku begitu mencintaimu

Cinta dalam hatiku
Hanyalah untuk dirimu
 Takkan terganti di hatiku selamanya

Tak mungkin bisa ku hidup
Tanpa kasih sayangmu 
Separuh jiwamu tlah di hatiku

Jessica memperhatikan Donghae menyanyi. Sungguh, dia sangat bersyukur mendapatkan namja seperti Donghae. Donghae yang dulu sangat dibencinya, karena selalu mengganggunya. Tapi kini Donghae berubah menjadi sosok yang sangat dia sanyangi. Namun kini dia takut, takut kalo dia akan kehilangan Donghae. Dia merasa Donghae akan segera meninggalkannya. Dia nggak mau. Dia sangat takut Donghae menghilang dari hidupnya. Dia gak siap. Jessica menepis semua pikiran buruknya itu.

" Itu lagu bikinan lo ya?" tanya Jessica.

" Iya. Sebenarnya ini lagu yang gue ciptain buat nyokap gue." ucap Donghae.

" Buat nyokap lo?" tanya Jessica.

" Sebenarnya nyokap gue udah meninggal. Dia meninggal karena penyakit yang sama kayak gue. Lagu ini gue ciptain lagu ini setelah nyokap ninggalin gue dan keluarga gue. Setiap gue inget nyokap gue, gue selalu nyanyiin lagu ini. Bokap gue malah acuh dengan semua itu. Disaat nyokap gue meninggal dia malah sibuk kerja. Dan walaupun dia tau gue kena penyakit ini, dia juga tetep acuh." ucap Donghae.

" Judulnya apa?" tanya Jessica.

" Nyawa Hidupku." jawab Donghae.

" Lo hebat!" ucap Jessica. Donghae tersenyum mendengar ucapan Jessica. Dia menyenderkan kepala Jessica ke bahunya.

" Mm.. Princess, gue boleh tanya sesuatu?" tanya Donghae.

" Tanya apa?" tanya Jessica.

" Gimana kalo seandainya gue udah gak ada?" tanya Donghae. Jessica tertegun mendengar pertanyaan Donghae. Jessica tak menyangka Donghae akan bertanya semua itu. Jessica membalikkan sikap duduknya seperti semula dan menatap Donghae bingung.

" Kok tanya kayak gitu sih? Gue gak suka lo tanya kayak gitu. Gue butuh lo di samping gue. Gue nggak mau kehilangan lo." ucap Jessica.

" Mungkin waktu gue tinggal sedikit Princess. Gue gak bisa jamin bisa ada di samping lo Princess." ucap Donghae sambil menatap wajah Jessica serius. Jessica memalingkan wajahnya. Dia lebih memilih melihat piano di depannya.

" Kalo lo harus pergi, gue juga bakal pergi nyusul lo. Karena lo itu bagian terpenting dalam hidup gue." ucap Jessica. Dia membalikkan wajahnya menatap Donghae.

" Gue gak mau Princess, gue mau lo hidup bahagia setelah gue gak ada." ucap Donghae. Jessica menatap Donghae sedih.

" Apa artinya kebahagiaan tanpa lo disamping gue Bis?" tanya Jessica. Donghae memeluk Jessica.

' Mungkin ini akan jadi pelukan terakhir gue Princess.' batin Donghae.

" Tok! Tok! Tok!" bunyi pintu di ketuk. Ternyata datang Leeteuk. Donghae melepas pelukannya.

" Masuk aja, hyung." ucap Donghae. Leeteuk masuk. Eittss... ternyata dia membawa seorang yeoja.

" Sorry ya ganggu." ucap Leeteuk.

" Nggak kok kak. Eh ada Sora noona juga." ucap Donghae.

" Malem." ucap Sora, yeojanya Leeteuk.

" Malem noona." ucap Donghae.

" Itu yeoja lo ya?" tanya Sora sambil menunjuk Jessica.

" Iya. Kenalin noona, namanya Jessica. Princess, kenalin dia Sora, yeojachingunya Leeteuk hyung." ucap Donghae memperkenalkan. Jessica dan Sora saling berkenalan.

@ Malamnya
Malam itu mereka (berempat) habiskan untuk bercanda sebelum akhirnya mereka semua terlelap dalam damai (waduh?). Sebelum tidur, Donghae bertanya kepada Jessica.

" Princess, kalo gue gak ada lo mau kan janji satu hal ke gue?" tanya Donghae.

" Donghae. Jangan bilang kayak gitu. Kenapa sih harus bilang nggak ada nggak ada segala?" ucap Jessica sedih.

"Gue gak mau munafik Princess, gue tau umur gue gak lama lagi. Mangkanya lo janji ya sama gue?" pinta Donghae.

" Janji apa?" tanya Jessica.

" Kalo gue gak ada, lo harus bikin lagu gue jadi top hits hehe.. mau kan?" pinta Donghae.

" Iya. Pasti." jawab Jessica.

@ Keesokan Harinya

Leeteuk dan Jessica yang sudah bangun duluan memutuskan untuk olahraga di sekeliling RS berdua sambil nyari sarapan, sedangkan Jessica baru saja selesai mandi, Donghae?

" Hei bangun.. udah pagi ini.." kata Jessica.

" Donghae! Kebo banget sih?" tanya Jessica.

Lalu Leeteuk dan Sora masuk.

" Donghae kenapa? " tanya Sora.

“ Belom bangun tuh unnie” jawab Jessica.

" Sini biar kakak yang bangunin..” ucap Leeteuk.

" Donghae..bangun dong.. udah siang ini" ucap Leeteuk.

Menyadari ada kejanggalan, tak biasanya Donghae susah bangun, justru biasanya dia terus yang duluan bangun.
Leeteuk menggoyang-goyangkan tubuh adiknya itu, hingga terlentang. Betapa terkejutnya mereka melihat darah segar mengalir dari hidung Donghae. Leeteuk dan Sora terdiam sedangkan Jessica menangis.

" DOKTEEEER!!!" Leeteuk berinisiatif memanggil dokter.

Dokter datang, suster menyuruh Leeteuk, Sora, dan Jessica keluar, Jessica terus menangis, Sora dan Leeteuk menenangkan Jessica. Seseorang dengan tergesa gesa berlari menghampiri Leeteuk.

" Leeteuk, Donghae gimana?" tanya orang itu. Leeteuk diam tak menghiraukan orang itu. Orang itu sangat dibencinya. 

' Buat apa papa peduli sama Donghae sekarang? Bukannya papa selalu ngacuhin Donghae.' batin Leeteuk sambil natap orang itu sinis.

" Om, Donghae masih diperiksa... sabar ya om.." ucap Sora yang tau kalo orang itu adalah ayah Leeteuk dan Donghae.

Dokter keluar. Semua mengerubungi sang Dokter untuk bertanya.

" Dok, Donghae gimana dok?" tanya Leeteuk.

" Kami sudah berusaha tapi tuhan berkata lain..." ucap dokter itu lesu.

" Dokter! Bilang kalo dokter Cuma bercanda! Bilang!" ucap Leeteuk.

Dokter itu hanya menggeleng

" Maaf Dick."

@ 5 tahun telah berlalu semenjak kepergian Donghae

Leeteuk dan Sora telah menikah dan memiliki seorang anak bernama Park Ryeowook, kehidupan mereka tentram dan sejahtera, Leeteuk telah sukses menjadi pemilik perusahaan advertising terkemuka di Korea, sedangkan Sora juga sukses menjadi dokter syaraf yang sangat terkenal, hubungan Leeteuk dan ayahnya juga telah membaik , namun, takdir berkata lain, 3 tahun setelah kepergian Donghae, ayahnya juga ikut menyusulnya..

Jessica?
@pemakaman Donghae

" Donghae... hari ini tepat 5 tahun kepergian lo... besok, gue bakal buktiin gue bisa ngewujudtin impian lo." ucap Jessica.

@ Los Angeles Convention Center

" Awalnya, aku menganggapnya sebagai orang yang tidak penting bagiku. Dia selalu mengganggu ku. Tapi dalam beberapa hari, dia telah mengubah sudut pandangku. Dia menjadi orang yang sangat aku sayang. Bahkan aku sangat ingin berada di sampingnya selalu. Dia.. Donghae. Inspirasiku. Hari ini, aku akan membawakan karyanya. Nyawa Hidupku." ucap Jessica.


Di tengah sunyinya gelapnya malam
Yang menemaniku
Kurasakan rinduku padamu


Bintang bintang malam tersenyum padaku
Tertawa padaku
Melihat sikapku rindukanmu

Ingin ku berlari menembus sang waktu
Untuk dapatkanmu
Memeluk dirimu selalu


Sungguh ku tak bisa berpisah denganmu
Walaupun sedetik
Karena ku begitu mencintaimu

Cinta dalam hatiku
Hanyalah untuk dirimu
Takkan terganti di hatiku selamanya

Tak mungkin bisa ku hidup
Tanpa kasih sayangmu
Separuh jiwamu tlah di hatiku

Ia menyelesaikan nyanyinya.. ia berdiri.. ia melihat ditengah kegelapan .. diantara penonton.. pojok kanan tempat Leeteuk-Ryeowook-Sora menontonnya.. seseorang berbaju putih menatapnya sayu.. dengan senyum manis yang sangat khas.. ia berdiri di samping Leeteuk.., Jessica menatapnya dalam

" Gue telah membuktikan pada lo Donghae pada lo.." batin Jessica.

Sosok bayangan itu tersenyum lagi dan mengncungkan jempolnya

Bayangan orang itu yang adalah Donghae pudar bersamaan dengan matinya lampu sorot.. dan dihidupkannya kembali lampu utama..

End
by: Elvina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Blogroll

Follow The Author