Title: Nyawa Hidupku
Author: Elvina Akyas
Main Cast: Jessica, Donghae
Support Cast: Leeteuk, Lee Sora, Ryeowook
Genre: Fantasi, Romance
Rated : T
Leght:twoshoot
@
RS
Leeteuk,
hyungnya Donghae datang. Dia segera menemui Jessica.
"
Donghae kenapa?" tanya Leeteuk.
"
Tadi dia mimisan, oppa. Trus dia kayak kesakitan gitu. Emang Donghae sakit
apa?" tanya Jessica.
"
Emang lo nggak tau? Donghae nggak ngasih tau lo?" tanya Leeteuk.
"
Nggak. Emang dia sakit apa?" tanya Jessica.
"
Kanker Darah stadium 4." jawab Leeteuk dengan muka sedih. Sangat berat dia
mengucapkan kata-kata itu.
"
Kanker Darah? Stadium 4? oppa bercandakan?" tanya Jessica tak percaya.
"
Nggak. oppa serius." ucap Leeteuk meyakinkan. Jessica terlihat sangat
kaget. Dia berjalan masuk ke Kamar Rawat Donghae.
@
Kamar Rawat Donghae
Terlihat
Donghae yang terbaring di ranjang. Jessica duduk di kursi sebelah ranjang
Donghae. Dia berharap, ini hanya lelucon yang dibuat Donghae. Dia berharap
Donghae hanya ingin mengerjainya kali ini dengan berpura-pura sakit.
"
Donghae, gue mohon lo bangun sekarang. Lo bangun dan bilang ke gue kalo lo
cuman bercanda. Lo cuman mau ngerjain gue kan?" ucap Jessica sambil
memegang tangan Donghae.
"
Donghae. Gue mohon. Jangan bikin gue khawatir. Lo cuman bohong kan tentang Kanker
Darah itu? Lo sekongkol kan sama Leeteuk Oppa buat ngerjai gue?" ucap
Jessica. Donghae membuka matanya perlahan, dia mulai sadar.
"
Princess." ucap Donghae melihat Jessica ada di kamar rawatnya. Jessica
menatap Donghae.
"
Donghae, sekarang lo bilang ke gue. Ini cuman sandiwara kan? Lo nggak kena
Kanker Darah beneran kan?" tanya Jessica.
"
Sorry. Gue emang kena Kanker Darah beneran. Sorry gue gak pernah cerita ke
lo." jawab Donghae sambil menundukkan kepalanya. Dia nggak sanggup melihat
reaksi Jessica setelah pengakuannya itu. Jessica meneteskan air matanya. Dia
memeluk Donghae.
"
Donghae, demi gue lo harus sembuh. Lo harus smbuh demi gue. Jangan tinggalin
gue." ucap Jessica.
"
Gue gak bisa janji Princess. Kanker gue udah stadium 4." ucap Donghae
takut.
"
Lo nggak boleh ninggalin gue Donghae. Gue sayang sama lo. Gue gak bisa hidup
tanpa lo." ucap Jessica.
"
Maaf." ucap Donghae. Kali ini dia merasakan kepalanya sakit. Sakit yang
teramat sakit. Jessica melepaskan pelukannya. Dia melihat wajah Donghae menjadi
pucat. Donghae memegangi kepalanya yang semakin sakit.
"
Donghae lo kenapa?" tanya Jessica khawatir.
"
Argh.. kepala gue sakit. Ambilin obat di laci." pinta Donghae. Jessica
mengambil obat di dalam laci, tapi terlambat, Donghae sudah terlebih dulu….
"
DOKTER!!!"
@
Koridor RS
Jessica
dan Leeteuk menanti-nanti cemas. Mereka takut terjadi apa-apa dengan Donghae.
Lalu seorang dokter keluar dari Kamar Rawat Donghae.
"
Gimana dok keadaan Donghae?" tanya Leeteuk dan Jessica.
"
Dia hanya pingsan biasa. Sebentar lagi juga sadar." jawab sang dokter.
"
Saya permisi dahulu." lanjut sang dokter.
"
Terima Kasih dok." ucap Leeteuk dan Jessica. Leeteuk dan Jessica masuk ke
kamar Rawat Donghae.
@
Kamar Rawat Donghae
"
Lo nggak balik dek?" tanya Leeteuk ke Jessica.
"
Gue mau disini dulu kak. Gpp kan?'" tanya Jessica.
"
Gpp sih. Tapi gue balik duluan ya. Nanti gue balik lagi." ucap Leeteuk.
Jessica hanya mengangguk. Leeteuk beranjak pergi dari RS.
"
Donghae cepet sembuh ya. Gue sayang sama lo." ucap Jessica lalu mencium
pipi Donghae (perasaan daritadi cium pipi mulu deh). Karena ngantuk, dia
akhirnya tidur sambil duduk di kursi sebelah ranjang Donghae.
@
Beberapa waktu kemudian
Jessica
tertidur cukup lama. Dia lalu terbangun mendengar alunan suara piano. Dia
membuka matanya, ternyata ada Donghae yang sedang memainkan sebuah piano (piano
drmn tuh? Emang di RS boleh bawa piano ya?). Jessica menghampiri Donghae. Dia
berdiri di sebelah Donghae yang sedang sibuk dengan pianonya. Donghae yang
menyadari kegadiran Jessica, menghentikan permainannya dan menengok ke
sampingnya.
"
Udah bangun Princess?" tanya Donghae.
"
Udah. Kok malah main piano? Nggak istirahat?" tanya Jessica.
"
Bosen. Duduk sini!" ucap Donghae sambil menepuk-nepuk kursinya. Jessica
duduk. Dia melihat kertas-kertas partitur di depan piano itu.
"
Kok bawa partitur segala?" tanya Jessica.
"
Nggak apa-apa sih. Pengen bawa aja." jawab Donghae sambil memainkan
pianonya kembali. Dia memainkan piano sambil bernyanyi.
Di
tengah sunyinya gelapnya malam
Yang
menemaniku
Kurasakan
rinduku padamu
Bintang
bintang malam tersenyum padaku
Tertawa
padaku
Melihat
sikapku rindukanmu
Ingin
ku berlari menembus sang waktu
Untuk
dapatkanmu
Memeluk
dirimu selalu
Sungguh
ku tak bisa berpisah denganmu
Walaupun
sedetik
Karena
ku begitu mencintaimu
Cinta
dalam hatiku
Hanyalah
untuk dirimu
Takkan
terganti di hatiku selamanya
Tak
mungkin bisa ku hidup
Tanpa
kasih sayangmu
Separuh
jiwamu tlah di hatiku
Jessica
memperhatikan Donghae menyanyi. Sungguh, dia sangat bersyukur mendapatkan namja
seperti Donghae. Donghae yang dulu sangat dibencinya, karena selalu
mengganggunya. Tapi kini Donghae berubah menjadi sosok yang sangat dia
sanyangi. Namun kini dia takut, takut kalo dia akan kehilangan Donghae. Dia
merasa Donghae akan segera meninggalkannya. Dia nggak mau. Dia sangat takut
Donghae menghilang dari hidupnya. Dia gak siap. Jessica menepis semua pikiran
buruknya itu.
"
Itu lagu bikinan lo ya?" tanya Jessica.
"
Iya. Sebenarnya ini lagu yang gue ciptain buat nyokap gue." ucap Donghae.
"
Buat nyokap lo?" tanya Jessica.
"
Sebenarnya nyokap gue udah meninggal. Dia meninggal karena penyakit yang sama
kayak gue. Lagu ini gue ciptain lagu ini setelah nyokap ninggalin gue dan keluarga
gue. Setiap gue inget nyokap gue, gue selalu nyanyiin lagu ini. Bokap gue malah
acuh dengan semua itu. Disaat nyokap gue meninggal dia malah sibuk kerja. Dan
walaupun dia tau gue kena penyakit ini, dia juga tetep acuh." ucap
Donghae.
"
Judulnya apa?" tanya Jessica.
"
Nyawa Hidupku." jawab Donghae.
"
Lo hebat!" ucap Jessica. Donghae tersenyum mendengar ucapan Jessica. Dia
menyenderkan kepala Jessica ke bahunya.
"
Mm.. Princess, gue boleh tanya sesuatu?" tanya Donghae.
"
Tanya apa?" tanya Jessica.
"
Gimana kalo seandainya gue udah gak ada?" tanya Donghae. Jessica tertegun
mendengar pertanyaan Donghae. Jessica tak menyangka Donghae akan bertanya semua
itu. Jessica membalikkan sikap duduknya seperti semula dan menatap Donghae
bingung.
"
Kok tanya kayak gitu sih? Gue gak suka lo tanya kayak gitu. Gue butuh lo di
samping gue. Gue nggak mau kehilangan lo." ucap Jessica.
"
Mungkin waktu gue tinggal sedikit Princess. Gue gak bisa jamin bisa ada di
samping lo Princess." ucap Donghae sambil menatap wajah Jessica serius.
Jessica memalingkan wajahnya. Dia lebih memilih melihat piano di depannya.
"
Kalo lo harus pergi, gue juga bakal pergi nyusul lo. Karena lo itu bagian
terpenting dalam hidup gue." ucap Jessica. Dia membalikkan wajahnya
menatap Donghae.
"
Gue gak mau Princess, gue mau lo hidup bahagia setelah gue gak ada." ucap
Donghae. Jessica menatap Donghae sedih.
"
Apa artinya kebahagiaan tanpa lo disamping gue Bis?" tanya Jessica.
Donghae memeluk Jessica.
'
Mungkin ini akan jadi pelukan terakhir gue Princess.' batin Donghae.
"
Tok! Tok! Tok!" bunyi pintu di ketuk. Ternyata datang Leeteuk. Donghae
melepas pelukannya.
"
Masuk aja, hyung." ucap Donghae. Leeteuk masuk. Eittss... ternyata dia
membawa seorang yeoja.
"
Sorry ya ganggu." ucap Leeteuk.
"
Nggak kok kak. Eh ada Sora noona juga." ucap Donghae.
"
Malem." ucap Sora, yeojanya Leeteuk.
"
Malem noona." ucap Donghae.
"
Itu yeoja lo ya?" tanya Sora sambil menunjuk Jessica.
"
Iya. Kenalin noona, namanya Jessica. Princess, kenalin dia Sora, yeojachingunya
Leeteuk hyung." ucap Donghae memperkenalkan. Jessica dan Sora saling
berkenalan.
@
Malamnya
Malam
itu mereka (berempat) habiskan untuk bercanda sebelum akhirnya mereka semua
terlelap dalam damai (waduh?). Sebelum tidur, Donghae bertanya kepada Jessica.
"
Princess, kalo gue gak ada lo mau kan janji satu hal ke gue?" tanya
Donghae.
"
Donghae. Jangan bilang kayak gitu. Kenapa sih harus bilang nggak ada nggak ada
segala?" ucap Jessica sedih.
"Gue
gak mau munafik Princess, gue tau umur gue gak lama lagi. Mangkanya lo janji ya
sama gue?" pinta Donghae.
"
Janji apa?" tanya Jessica.
"
Kalo gue gak ada, lo harus bikin lagu gue jadi top hits hehe.. mau kan?"
pinta Donghae.
"
Iya. Pasti." jawab Jessica.
@
Keesokan Harinya
Leeteuk
dan Jessica yang sudah bangun duluan memutuskan untuk olahraga di sekeliling RS
berdua sambil nyari sarapan, sedangkan Jessica baru saja selesai mandi,
Donghae?
"
Hei bangun.. udah pagi ini.." kata Jessica.
"
Donghae! Kebo banget sih?" tanya Jessica.
Lalu
Leeteuk dan Sora masuk.
"
Donghae kenapa? " tanya Sora.
“
Belom bangun tuh unnie” jawab Jessica.
"
Sini biar kakak yang bangunin..” ucap Leeteuk.
"
Donghae..bangun dong.. udah siang ini" ucap Leeteuk.
Menyadari
ada kejanggalan, tak biasanya Donghae susah bangun, justru biasanya dia terus
yang duluan bangun.
Leeteuk
menggoyang-goyangkan tubuh adiknya itu, hingga terlentang. Betapa terkejutnya
mereka melihat darah segar mengalir dari hidung Donghae. Leeteuk dan Sora
terdiam sedangkan Jessica menangis.
"
DOKTEEEER!!!" Leeteuk berinisiatif memanggil dokter.
Dokter
datang, suster menyuruh Leeteuk, Sora, dan Jessica keluar, Jessica terus
menangis, Sora dan Leeteuk menenangkan Jessica. Seseorang dengan tergesa gesa
berlari menghampiri Leeteuk.
"
Leeteuk, Donghae gimana?" tanya orang itu. Leeteuk diam tak menghiraukan
orang itu. Orang itu sangat dibencinya.
'
Buat apa papa peduli sama Donghae sekarang? Bukannya papa selalu ngacuhin
Donghae.' batin Leeteuk sambil natap orang itu sinis.
"
Om, Donghae masih diperiksa... sabar ya om.." ucap Sora yang tau kalo
orang itu adalah ayah Leeteuk dan Donghae.
Dokter
keluar. Semua mengerubungi sang Dokter untuk bertanya.
"
Dok, Donghae gimana dok?" tanya Leeteuk.
"
Kami sudah berusaha tapi tuhan berkata lain..." ucap dokter itu lesu.
"
Dokter! Bilang kalo dokter Cuma bercanda! Bilang!" ucap Leeteuk.
Dokter
itu hanya menggeleng
"
Maaf Dick."
@ 5
tahun telah berlalu semenjak kepergian Donghae
Leeteuk
dan Sora telah menikah dan memiliki seorang anak bernama Park Ryeowook,
kehidupan mereka tentram dan sejahtera, Leeteuk telah sukses menjadi pemilik
perusahaan advertising terkemuka di Korea, sedangkan Sora juga sukses menjadi
dokter syaraf yang sangat terkenal, hubungan Leeteuk dan ayahnya juga telah
membaik , namun, takdir berkata lain, 3 tahun setelah kepergian Donghae,
ayahnya juga ikut menyusulnya..
Jessica?
@pemakaman
Donghae
"
Donghae... hari ini tepat 5 tahun kepergian lo... besok, gue bakal buktiin gue
bisa ngewujudtin impian lo." ucap Jessica.
@
Los Angeles Convention Center
"
Awalnya, aku menganggapnya sebagai orang yang tidak penting bagiku. Dia selalu
mengganggu ku. Tapi dalam beberapa hari, dia telah mengubah sudut pandangku.
Dia menjadi orang yang sangat aku sayang. Bahkan aku sangat ingin berada di
sampingnya selalu. Dia.. Donghae. Inspirasiku. Hari ini, aku akan membawakan
karyanya. Nyawa Hidupku." ucap Jessica.
Di
tengah sunyinya gelapnya malam
Yang
menemaniku
Kurasakan
rinduku padamu
Bintang
bintang malam tersenyum padaku
Tertawa
padaku
Melihat
sikapku rindukanmu
Ingin
ku berlari menembus sang waktu
Untuk
dapatkanmu
Memeluk
dirimu selalu
Sungguh
ku tak bisa berpisah denganmu
Walaupun
sedetik
Karena
ku begitu mencintaimu
Cinta
dalam hatiku
Hanyalah
untuk dirimu
Takkan
terganti di hatiku selamanya
Tak
mungkin bisa ku hidup
Tanpa
kasih sayangmu
Separuh
jiwamu tlah di hatiku
Ia
menyelesaikan nyanyinya.. ia berdiri.. ia melihat ditengah kegelapan ..
diantara penonton.. pojok kanan tempat Leeteuk-Ryeowook-Sora menontonnya..
seseorang berbaju putih menatapnya sayu.. dengan senyum manis yang sangat
khas.. ia berdiri di samping Leeteuk.., Jessica menatapnya dalam
"
Gue telah membuktikan pada lo Donghae pada lo.." batin Jessica.
Sosok
bayangan itu tersenyum lagi dan mengncungkan jempolnya
Bayangan
orang itu yang adalah Donghae pudar bersamaan dengan matinya lampu sorot.. dan
dihidupkannya kembali lampu utama..
End
by: Elvina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar